Telah Dibuka : Nagoya Jambi!!!

Buat fusioners semua yang tinggal di Jambi atau dekat dengan Jambi, Nagoya Japanese Fusion Resto sudah ada di kotamu! Kami siap melayani setiap hari dari jam 10 pagi sampai 10 malam.

Buruan mampir ya, datang aja ke :

Nagoya Japanese Fusion Resto

Jl. GR Djamin Datuk Bagindo No. 7 Jambi (depan mall Meranti)

Nagoya Jambi juga dilengkapi dengan tempat duduk lesehan, LCD TV dan Wifi untuk para fusioners semua, jadi tunggu apa lagi?? mampir ya!

Telah Dibuka : Booth Nagoya RAMEN

Telah dibuka mulai 11-11-11 di Jl. Harjowinatan No.10, Pakualaman Jogja, booth ramen dengan konsep lesehan santai yang pasti nyaman buat ngobrol atau sekedar hang-out bareng teman maupun keluarga.

Buka dari jam 11.00 – 18.00, libur tiap Selasa dan akan menyediakan aneka RAMEN spesial buat semua fusioners setia. Menu minuman yang kami sajikan di outlet Nagoya yang ke-3 ini bekerjasama dengan miXmilk dengan menu susu segar dipadu aneka buah dan rasa.

Buka FB page kami atau follow @nagoyafusion untuk informasi terbaru tentang Nagoya dan dapatkan diskon  spesial komunitas khusus di Nagoya RAMEN….!!

Roaming Saat di Nagoya Resto?

Hai minnasan, ogenki desuka?

Oke, mungkin beberapa dari kalian bingung dengan pertanyaan di atas. Bahasa Jepang memang tidak sefamiliar bahasa Inggris atau Perancis. Tetapi beberapa tahun belakangan budaya Jepang sedang booming, anime, manga, cosplay sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari anak muda Indonesia. Tetapi bagaimana dengan bahasanya? Well, saat ini kita tidak akan membahas soal linguistik yang sangat complicated itu, tetapi kita akan belajar mengenal beberapa kosakata Jepang yang mungkin bisa membantu teman-teman dalam memperkaya perbendaharaan kata bahasa asing kalian. Tenang saja, tidak akan susah, hanya beberapa kata yang biasa Nagoya gunakan dalam melayani teman-teman.

Saat teman-teman masuk ke Nagoya, pasti teman-teman akan dikagetkan dengan sapaan yang begitu bersemangatnya dari kami. Yap, kami mengucapkan “IRASSHAIMASE” dengan lantang. Apakah artinya? Irasshaimase berarti selamat datang. Mengapa kami mengucapkannya dengan lantang? Karena kami sangat bersemangat untuk melayani teman-teman dan tentu saja, kami sangat berterima kasih atas kedatangan teman-teman di Nagoya. Dan, pasti teman-teman selalu bingung harus menjawab apa? Tenang, tidak perlu menjawab apa-apa koq, kalau ingin menjawab, jawab saja dengan ucapan terima kasih.

Nah, selanjutnya pasti teman-teman bingung dengan ucapan waitress/waiter Nagoya setelah mengulangi pesanan teman-teman. Kalimat yang membuat teman-teman bingung adalah “SORO-SORO OMACHI KUDASAI” yang artinya “mohon ditunggu sebentar”.

Yang terakhir, pasti teman-teman familiar dengan ucapan “DOUMO ARIGATOU”. Yap, itu artinya “terima kasih”. Tapi pasti teman-teman bingung, kenapa bukan arigatou gozaimasu yang kami gunakan. Sama seperti bahasa-bahasa lain di dunia, ada bahasa tulis dan ada bahasa percakapan. Bahasa percakapan pun ada bahasa formal maupun bahasa informal. Nah, Doumo Arigatou adalah bahasa percakapan dalam bahasa Jepang, sedangkan Arigatou Gozaimasu adalah bahasa tulisnya, kalaupun dipakai dalam percakapan, biasanya dipakai dalam suasana yang sangat formal. Doumo Arigatou juga merupakan bahasa percapakan formal yang jika diucapkan berarti menghormati lawan bicara. Bahasa Jepang sama seperti bahasa Jawa, ada tingkatan kesopanan tergantung siapa lawan bicaranya. Jadi, dalam bahasa Jepang kata terima kasih ada beberapa kosakata. Kalau antar teman, cukup bilang Doumo/Arigatou (cukup sopan) atau Sankyuu (informal, dari kata bahasa Inggris Thank you). Dan, bagaimana menjawabnya? Cukup katakan “Dou Itashimashite” (informal: Dou Ita) atau “Kochira Koso” yang artinya sama-sama.

Nah, sekarang sudah tidak roaming lagi kan? Selain kata-kata di atas, kami akan memberikan beberapa kosakata sederhana dalam bahasa Jepang:

- Minnasan : teman-teman, semuanya (Bahasa Inggris: everyone, guys)

- Ogenki desuka? : apa kabar

- Ohayou gozaimasu : selamat pagi (informal: Ohayou)

- Konnichiwa : selamat siang

- Konbanwa : selamat malam

- Oyasuminasai : selamat istirahat (informal: Oyasumi)

- Moshi-moshi : halo (sapaan saat mengangkat telepon)

Pray For Japan

picture from here

 

NOW OPEN: NAGOYA RESTO SOLO

Telah dibuka cabang pertama Nagoya Resto di Solo.

Dapatkan disc. 10% selama soft opening dan 25% selama grand opening.

Hanya di Nagoya Japanese Fusion Resto Solo Jl. Menco Raya (UMS ke utara, perempatan Assalam ke barat 700 m, depan Jogja Chicken).

 

Cobain sekarang juga dan rasakan sensasi Jepangnya..

Amanohashidate

Amanohashidate adalah lidah pasir yang memisahkan Teluk Miyazu dengan Laut Aso di Prefektur Kyoto, Jepang. Lidah pasir yang bermakna “jembatan ke surga” ini panjangnya 3,6 km yang dipermukaannya ditumbuhi pohon pinus.
Amanohashidate merupakan satu dari tiga pemandangan alam terindah di Jepang. Pemandangan terindah dari Amanohashidate dapat dilihat dari bukit yang terletak di kedua sisi teluk yang dapat diakses dengan menggunakan kereta gantung atau mobil listrik, yaitu Amanohashidate Viewland (sisi selatan) dan Taman Kasamatsu (sisi utara). Untuk melihat lidah pasir ini sebagai “jembatan ke surga”, berdirilah di bukit di sisi utara lidah pasir ini (Taman Kasamatsu), hadapkanlah tubuh membelakangi lidah pasir ini, kemudian bungkukkan badan hingga kepala berada di bawah dan di antara dua kaki, sehingga kita akan melihat lidah pasir ini secara terbalik. Cara ini sudah dilakukan oleh pengunjung Amanohashidate sejak ribuan tahun yang lalu.
Di ujung selatan lidah pasir ini, yang berjarak hanya beberapa langkah dari stasiun kereta, berdirilah Chionji yang merupakan kuil Budha yang sangat indah dengan tahoto kecil, sejenis pagoda yang lebih mirip dengan stupa di kuil India dibandingkan dengan pagoda Jepang.
Lidah pasir ini terbentuk kira-kira 4.000 tahun yang lalu. Hanyutan pasir dan kerikil dari sungai-sungai di bagian timur Semenanjung Tango terbawa arus laut yang bertabrakan dengan arus Laut Aso yang berasal dari aliran Sungai Noda di di sebelah barat Amanohashidate. Sebagai akibatnya, lidah pasir berbentuk hampir lurus terbentuk di tengah-tengah laut yang memisahkan Teluk Miyazu dan Laut Aso.

 

Sumber tulisan:

Japan Guide

Wikipedia

Sumber foto:

Japan Guide

Japanese Green Tea

Mungkin di antara teman-teman banyak yang mengira teh hijau pasti berwarna hijau. Mungkin juga, ada yang mengira hanya ada satu jenis teh hijau. Berikut ini adalah jenis-jenis teh hijau Jepang yang dibedakan berdasarkan cara pengolahan dan waktu petiknya.

SENCHA

Sencha adalah jenis teh paling populer dan biasa diminum sehari-hari. Jenis sencha bermacam-macam tergantung kualitas dan harga yang tergantung kapan jenis teh ini dipetik, yang paling awal dipetik adalah yang terbaik. Tanaman teh yang tumbuh di bulan april, untuk menjadi Sencha dipetik di bulan mei. Semakin cepat daun teh dipetik, daun-daun teh tersebut diuap atau dipapar sinar matahari untuk mencegah oksidasi (fermentasi). Kemudian daun-daun teh tersebut digulung dan dikeringkan untuk kemudian diiris lembut. Teh jenis ini mempunyai perpaduan rasa manis yang lembut dengan sedikit rasa pahit dan mempunyai aroma segar. Warna yang tercipta dari seduhan Sencha adalah hijau muda.

GYOKURO

Gyokuro adalah teh terbaik di jepang dan disajikan kepada tamu khusus dalam acara yang penting. Tanaman teh Gyokuro dilindungi dari sinar matahari selama beberapa minggu sebelum daunnya dipetik dan inilah yang memberikan citarasa yang khas pada teh ini. Teh ini sama seperti Sencha kualitas tinggi tetapi daunnya lebih gelap dan terkadang lebih hitam dan lebih tebal. Gyokuro mempunyai rasa yang lebih tajam dan lebih harum daripada sencha, tetapi lebih mild dan tidak terlalu pahit. Warna yang dihasilkan dari seduhan teh jenis Gyokuro adalah hijau pucat.

BANCHA

Bancha adalah tingkatan terendah dari Sencha. Teh ini berasal dari jenis pohon teh yang sama dengan Sencha tetapi dipetik saat daunnya sudah menua yaitu panenan kedua antara musim panas dan musim gugur. Daunnya lebih lebar dari sencha tetapi saat disedu mempunyai warna yang sama. Bancha jarang diminum di jepang, kecuali diantara petani di gunung. Teh ini masih mempunyai kualitas tersendiri, tetapi beberapa orang lebih memilih Sencha karena teh ini mempunyai rasa yang lebih kuat dan tidak begitu harum. Teh ini juga merupakan dasar dari teh jenis Genmaicha. Walaupun begitu, beberapa orang sangat suka pada teh jenis ini.

KOKEICHA

Kokeicha dipetik pada saat yang sama seperti Bancha, tetapi Bancha yang dipetik adalah daunnya, sedangkan Kokeicha adalah batangnya yang dikeringkan. Walaupun Kokeicha sangat rendah kafein (sebagian besar kafein terkandung di daun teh bukan di batangnya). Teh jenis ini jarang dianggap di jepang karena merupakan teh berkualitas rendah. Tetapi faktanya, teh ini mempunyai kualitas yang sangat bagus dan mempunyai rasa yang khas.

KARIGANECHA

Kariganecha terbuat dari batang Bancha. Selain itu juga terbuat dari batang Gyokuro. Teh ini juga rendah kafein. Warna teh ini setelah disedu, kuning kehijauan dengan rasa sedikit pahit.

HOUJICHA

Houjicha adalah Bancha yang dipanggang. Teh ini berwarna coklat dengan rasa panggangan yang unik. Ketika disedu teh ini berwarna emas muda, seperti bir. Kandungan kafein dalam Houjicha hampir tidak ada karena telah hilang saat dipanggang.

GENMAICHA

Genmaicha adalah Bancha yang dicampur dengan beras coklat yang dibakar yang memberikan rasa pedas dan nikmat.

MATCHA

Matcha adalah jenis teh yang berbentuk bubuk yang biasanya digunakan saat upacara minum teh di jepang. Daun-daun teh berkualitas tinggi dikeringkan di ruangan berangin dan dibiarkan menjadi bubuk. Untuk menyedu Matcha, bubuk teh dicampur dengan air panas dan diaduk dengan adukan bambu. Hal ini membantu untuk melarutkan teh dan menghasilkan buih yang dipercaya banyak orang untuk menambah rasa teh ini. Matcha mempunyai aroma yang harum sehingga digunakan sebagai perasa untuk es krim rasa teh hijau, berbagai jenis kue tradisional Jepang (wagashi), berbagai permen dan coklat.

KABUSECHA

Kabusecha adalah teh jenis sencha yang daunnya dilindungi untuk beberapa lama dari terpaan sinar matahari sebelum dipanen. Aroma teh kabusecha sedikit lebih lembut dibandingkan dengan teh sencha.

 

Sumber

Text: dari berbagai sumber

Foto: http://6o8.org/page/2/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.